Selamat datang di Helmy Photoworks !!!

Toys photography atau Fotografi mainan mempunyai proses yang sangat unik dan menyenangkan, dimana kita akan ditantang untuk  berimajinasi  agar mainan - mainan tersebut bisa tampak lebih hidup di alam nyata. Saya akan mengajak anda dalam petualangan “toys photography” yang sangat menyenangkan.  Kita akan menjadi sutradara dalam dunia kecil yang penuh imajinasi, menjadikan mainan sebagai aktor & aktris dalam peran yang akan kita mainkan.Mari kita berimajinasi seperti masa kecil dulu, ketika kita diberikan mainan sebagai media ekspresi dalam imajinasi bebas tanpa batas.



   
                    


Bertempat di Plastic Culture Grand Indonesia Level One, sebuah pameran fotografi yang bertema TOY LIFE diselenggarakan. Pada pameran ini ditampilkan 37 karya dari 15 peserta pameran yang lolos kurasi dari total peserta 30 dengan 102 karya. Penyelenggara menggandeng FAUZIE HELMY seorang toy photographer Indonesia yang karya-karyanya banyak mendapat apresiasi di beberapa Negara seperti Inggris, Jerman, bahkan Amerika.
Para peserta mengekspresikan bagaimana kehidupan bersama mainan-mainannya dan mencoba dihidupkan melalui sebuah karya fotografi. Para peserta terdiri dari para fotografer amatir dan profesional dari berbagai umur dan bidang yang memiliki kecintaan akan mainan dan karya foto.




Membuat karya foto dari sebuah mainan untuk bisa menjadi tampak hidup bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Diperlukan daya imajinasi yang tinggi serta sebuah konsep yang matang sebelum mengeksekusi sebuah foto mainan.


Seperti yang diungkapkan oleh salah satu peserta pameran Toy Life yang juga seorang desainer dan fotografer komersil, Fauzie Helmy, bahwa memotret mainan untuk menjadi tampak hidup membutuhkan sebuah kesabaran dan ketenangan, tidak sekedar memotret namun mempunyai tantangan tersendiri untuk menjadikan sebuah mainan ini terasa hidup, bahkan Fauzie Helmy menuturkan bahwa dia berkeliling ke berbagai kota di Indonesia hanya untuk memotret mainannya di lokasi yang sesuai dengan karakter mainan yang akan di fotonya. Seperti yang dipamerkan di Toy Life, di mana mainan Punakawan hasil designer toy Indonesia coba diekspresikan dengan latar belakang Candi Prambanan, namun dengan penataan serta komposisi dan angle yang pas maka akan terlihat sebuah karya foto mainan yang terasa hidup. Bahkan Fauzie Helmy pernah sengaja ke Aceh untuk memotret mainan dengan latar belakang yang memang ada di sana.



Dalam sebuah pameran Fauzie Helmy pernah ditanya seorang pengunjung, apa yang bisa didapatkan dari memotret sebuah mainan ini. Dituturkannya bahwa saat orang-orang berhenti, mengernyitkan kening, lalu tersenyum saat melihat karyanya, maka terbayar sudah semua yang dilakukan selama proses pemotretan. Biaya yang dihabiskan untuk membuat foto mainan itu mungkin tidak sedikit, tapi hasil akhirnya memberikan kepuasan yang tidak bisa dibayar oleh apapun. Dalam pameran ini juga Fauzie Helmy memberikan workshop Toy Photography secara gratis namun dengan tempat terbatas.
Pameran ini diselenggarakan oleh Plastic_Culture yang merupakan distributor dan authorize dealer designer toys di Indonesia.



Walau hanya dalam sebuah karya foto, sebuah mainan akan menjadi hidup di tangan orang-orang kreatif, jika foto tersebut bisa menceritakan karakter dari mainan itu. Ketelitian, kesabaran, daya imajinasi, penguasaan teknik, serta pengetahuan yang luas mengenai sebuah mainan, akan menghasilkan sebuah karya foto yang bisa menceritakan sebuah tempat atau kejadian dari masing-masing karakter mainan tersebut. Dalam penutup perbincangan dengan indonesiakreatif.net, Fauzie Helmy bercita-cita ingin mengajak anak-anak Indonesia untuk mengenal mainan asli Indonesia dan mengabadikannya dalam sebuah karya foto. Sebuah keinginan yang sederhana, namun sangat berguna untuk mengenalkan ragam mainan asli Indonesia di masa mendatang.

Sumber : Indonesia Kreatif

fauzie helmy